

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-hadid: 16)
Jadilah lembut, jangan biarkan dunia membuat diri kita keras, jangan biarkan rasa sakit membuat diri kita membenci, jangan biarkan kepahitan mencuri manisnya diri kita. Banggalah, meskipun seluruh dunia mungkin tidak setuju, karena kita masih percaya bahwa bumi ini adalah tempat yang indah.
seribu empat ratus tiga puluh
ya
itulah tahun Islam saat ini
dan maghrib nanti,
saat Adzan berkumandang
tahun akan berganti
menjadi seribu empat ratus tiga puluh satu
perubahan ini
bukan hanya sekedar transisi
perubahan ini
bukan hanya bilangan angka
karena
seharusnya setiap saat
adalah masa berharga
yang harus jadi jauh lebih baik
bagi diri
untuk tetap sadar diri
kalau kita
adalah seorang Muslim
yang juga pemuda Indonesia
yang tinggal dibumi yang indah
maka
jangan berhenti sampai disini!
dan untuk kenangan
saat - saat yang membahagiakan
bahagia dalam senang
bahagia dalam kesedihan
bahagia dalam kebersamaan
bahkan bahagia dalam kesendirian
mari syukuri
karena waktu begitu berharga
maka jangan berlari
saat kenangan itu begitu mendekat
saat kenangan begitu membuat diri kita tersenyum
kembalikan kenangan
banjiri ingatan
karena kenangan itu indah
sampai kita tak bisa melupakannya
dan terhadap hal baru
jadikanlah menjadi hal yang paling dinanti
sambut dengan penuh semangat
untuk sahabat
yang akan melepas malam tahun baru,
hendro doakan yang terbaik,
semoga keinginan,
cita-cita dan harapan sahabat
terkabul dalam keinginan Allah yang Maha Bijaksana
oh iya, maafkan hendro untuk segala hal yang tidak nyaman dihati sahabat ya :)
Assalamu’alaikum
^_^/` hendro
Assalamu’alaikum sahabat,
Butiran pasir, merupakan debu kotor yg tak ada harganya, tetapi dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya dikedalaman samudera, kemudian Allah membentuknya menjadi mutiara yang indah dan bernilai luar biasa.
Seluruh prosesnya membutuhkan waktu yang panjang dan pelan, penuh kesabaran. Dan kemudian, keindahannya pun tidak dapat segera dinikmati, karena mutiara harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yg kokoh, dibersihkan, disepuh lalu diolah sehingga menjadi perhiasan istimewa.
Tidak jarang, proses yang demikian melelahkan mungkin berhenti di tengah jalan.
Begitu juga rintangan, hambatan, pengalaman dan pembelajaran yang kita alami, tidak akan menjadi masalah kalau kita tidak berhenti dan menyerah ditengah jalan dan percaya bahwa kita sebenarnya akan menjadi seperti mutiara.
Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, telinga dan hati lalu menggerakkan seluruh diri melakukannya yang terbaik. Hasilnya? kita biarkan Allah yang menilai dan membentuk diri kita ^_^/`
semoga Allah, pemelihara diri kita memperteguh pendirian dan iman dalam hati kita.
Assalamu’alaikum sahabat,
^_^/` hendro